days

13,20 & 27 Agustus 2022

08.00 s/d 16.00 WIB

VIRTUAL

By Zoom Meeting

Tujuan

Memaparkan kajian tentang filosofi dan prinsip penyelenggaraan pendidikan inklusif yang berkualitas sebagai solusi atas kehilangan pembelajaran (learning loss) selama masa pandemi.

Mendorong penerapan pendekatan mengajar yang efektif melalui praktik desain universal untuk pembelajaran (universal design learning) dan respon kepada kebutuhan anak didik (response to intervention) dalam penyelenggaraan pendidikan hybrid maupun pasca pandemi.

Meningkatkan kemampuan penyelenggara layanan pendidikan dalam antisipasi dampak buruk kehilangan pembelajaran (learning loss) yang terjadi selama masa pembelajaran jarak jauh dari rumah.

Meningkatkan kemampuan pendidik dalam strategi menangani beragam kondisi anak didik dengan beragam kesulitan belajar yang timbul selama masa pandemi.

Mendorong terwujudnya akses pendidikan berkualitas bagi anak/individu penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus di Indonesia pasca pandemi.

Topik dan Materi

Hari 1: Sabtu, 13 Agustus 2022

Kata Sambutan

08.30 – 09.00 WIB

Dr. H. Yaswardi, M.Si

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikbud Ristek Republik Indonesia

Sesi 1

09.00 – 10.30 WIB

Farah Arriani, S.Pd, M.Pd

(Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbud Ristek Republik Indonesia)

Topik:

Upaya dan Strategi Pemulihan Dampak Kehilangan Pembelajaran (Learning Loss) untuk Mendukung Pembelajaran Semua Anak di Indonesia

Materi:

  • Definisi kehilangan pembelajaran (learning loss)
  • Dampak kehilangan pembelajaran pada murid-murid di Indonesia (termasuk murid dengan kebutuhan khusus dan kesulitan belajar)
  • Upaya dan strategi yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, secara khusus, dan Pemerintah Indonesia, secara umum, untuk mendorong pemulihan dampak kehilangan pembelajaran (learning loss) termasuk di dalamnya mengenai Kurikulum Merdeka
  • Hal-hal yang dapat dilakukan oleh guru dan sekolah untuk mendukung upaya dan strategi yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk bangkit dari dampak kehilangan pembelajaran (learning loss)
Sesi 2

10.35 – 12.30 WIB

Dr. Dante Rigmalia, M.Pd

(Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia)

Topik:

Hak untuk Mendapatkan Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Penyandang Disabilitas/ Berkebutuhan Khusus dan Kesulitan Belajar

Materi:

Negara secara tegas menjamin hak pendidikan bagi setiap warga negara termasuk penyandang disabilitas. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan berkualitas yang setara bagi semua warga negara sehingga setiap individu termasuk Penyandang Disabilitas memiliki kesempatan untuk terlibat aktif dalam pembangunan nasional demi membangun Indonesia yang inklusif disabilitas. Layanan pendidikan yang berkualitas dan bermutu bagi Penyandang Disabilitas di antaranya adalah layanan yang memberikan Akomodasi Yang Layak (AYL) sesuai dengan kebutuhan khusus yang dimiliki setiap individu Penyandang Disabilitas.

Sesi 3

14.00 – 16.00 WIB

Adi Adinugroho-Horstman Ph.D

(Spesialis Pendidikan Khusus – Dosen Prodi Pendidikan Inklusi Bentara Campus)

Topik:

Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Berkualitas sebagai Alternatif Solusi Penanganan Dampak Kehilangan Pembelajaran (Learning Loss)

Materi:

  • Fenomena kehilangan pembelajaran (learning loss) yang saat ini terjadi secara luas di dunia dan secara khusus di Indonesia
  • Dampak dari learning loss pada murid, terutama murid dengan kebutuhan khusus dan kesulitan belajar
  • Filosofi dasar dan pendidikan inklusif dan bagaimana implementasi dari pendidikan inklusf yang berkualitas dapat menjadi solusi untuk penanganan dampak kehilangan pembelajaran (learning loss)
  • Penguatan study skills pada murid-murid dapat menjadi fondasi bagi murid-murid untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada sistem pendidikan dan sekolah (salah satunya adalah masa transisi dari pengimplementasian pendidikan inklusif di sekolah)

Topik:

Upaya dan Strategi Pemulihan Dampak Kehilangan Pembelajaran (Learning Loss) untuk Mendukung Pembelajaran Semua Anak di Indonesia

Materi:

  • Definisi kehilangan pembelajaran (learning loss)
  • Dampak kehilangan pembelajaran pada murid-murid di Indonesia (termasuk murid dengan kebutuhan khusus dan kesulitan belajar)
  • Upaya dan strategi yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, secara khusus, dan Pemerintah Indonesia, secara umum, untuk mendorong pemulihan dampak kehilangan pembelajaran (learning loss) termasuk di dalamnya mengenai Kurikulum Merdeka
  • Hal-hal yang dapat dilakukan oleh guru dan sekolah untuk mendukung upaya dan strategi yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk bangkit dari dampak kehilangan pembelajaran (learning loss)

Topik:

Hak untuk Mendapatkan Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Penyandang Disabilitas/ Berkebutuhan Khusus dan Kesulitan Belajar

Materi:

Negara secara tegas menjamin hak pendidikan bagi setiap warga negara termasuk penyandang disabilitas. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan berkualitas yang setara bagi semua warga negara sehingga setiap individu termasuk Penyandang Disabilitas memiliki kesempatan untuk terlibat aktif dalam pembangunan nasional demi membangun Indonesia yang inklusif disabilitas. Layanan pendidikan yang berkualitas dan bermutu bagi Penyandang Disabilitas di antaranya adalah layanan yang memberikan Akomodasi Yang Layak (AYL) sesuai dengan kebutuhan khusus yang dimiliki setiap individu Penyandang Disabilitas.

Topik:

Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Berkualitas sebagai Alternatif Solusi Penanganan Dampak Kehilangan Pembelajaran (Learning Loss)

Materi:

  • Fenomena kehilangan pembelajaran (learning loss) yang saat ini terjadi secara luas di dunia dan secara khusus di Indonesia
  • Dampak dari learning loss pada murid, terutama murid dengan kebutuhan khusus dan kesulitan belajar
  • Filosofi dasar dan pendidikan inklusif dan bagaimana implementasi dari pendidikan inklusf yang berkualitas dapat menjadi solusi untuk penanganan dampak kehilangan pembelajaran (learning loss)
  • Penguatan study skills pada murid-murid dapat menjadi fondasi bagi murid-murid untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada sistem pendidikan dan sekolah (salah satunya adalah masa transisi dari pengimplementasian pendidikan inklusif di sekolah)

Hari 2: Sabtu, 20 Agustus 2022

Sesi 4

08.00 – 10.00 WIB

Dr. Wiwin Hendriani, M.Si

(Lektor Kepala Fakultas Psikologi Universitas Airlangga)

Topik:

Praktik-Praktik Baik untuk Meminimalisir Dampak Kehilangan Pembelajaran (Learning Loss) dan Membangun Resiliensi pada Anak

Materi:

  • Penjelasan mengenai dampak pandemi dan kehilangan pembelajaran (learning loss) pada psikologi anak berkebutuhan khusus
  • Penjelasan mengenai pentingnya membangun resiliensi anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat menangani perubahan yang terjadi karena pandemi dan kehilangan pembelajaran (learning loss)
  • Praktik-praktik baik yang dapat dilakukan oleh guru dan orang tua untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus belajar selama dan pasca pandemi untuk meminimalisir dampak kehilangan pembelajaran (learning loss) dan membangun resiliensi mereka
Sesi 5

10.15 – 12.15 WIB

Elga Andriana, S.Psi, M.Ed., Ph.D

Kepala Program Studi International Undergraduate Program (IUP) Psikologi UGM

Topik:

Implementasi Universal Design Learning (UDL) untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Semua Anak

Materi:

  • Penjelasan mengenai filosofi dan prinsip dari Universal Design Learning
  • Penjelasan mengenai bagaimana UDL berpotensi mengatasi dampak dari kehilangan pembelajaran dan membantu murid (termasuk murid dengan kebutuhan khusus dan kesulitan belajar) untuk belajar dengan efektif jika diimplementasikan dengan baik
  • Contoh dari cara pengimplementasian UDL di kelas dengan skenario: PTM terbatas, PTM penuh dan hybrid (bauran)
Sesi 6

14.00 – 16.00 WIB

Sheila Hadikoesoemo, SLP-CCC

(Speech Language Pathologist) - Chrysalis Center

Topik:

Strategi untuk Remediasi Dampak Pandemi pada Perkembangan Bahasa Bicara Anak (Strategies to Remediate the Impact of Pandemic on Children’s Speech and Language)

Materi:

Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan yang signifikan di dalam hidup keseharian semua orang. Sesi ini akan membahas tentang hal apa saja dari situasi pandemi ini, yang dapat mempengaruhi kemampuan bicara dan bahasa dari anak. Selain itu akan dibahas juga apa hal yang dapat dilakukan oleh guru dan orangtua dalam meminimalisir pengaruh negatif dari pandemi terhadap kemampuan bicara bahasa pada anak.

Topik:

Praktik-Praktik Baik untuk Meminimalisir Dampak Kehilangan Pembelajaran (Learning Loss) dan Membangun Resiliensi pada Anak

Materi:

  • Penjelasan mengenai dampak pandemi dan kehilangan pembelajaran (learning loss) pada psikologi anak berkebutuhan khusus
  • Penjelasan mengenai pentingnya membangun resiliensi anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat menangani perubahan yang terjadi karena pandemi dan kehilangan pembelajaran (learning loss)
  • Praktik-praktik baik yang dapat dilakukan oleh guru dan orang tua untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus belajar selama dan pasca pandemi untuk meminimalisir dampak kehilangan pembelajaran (learning loss) dan membangun resiliensi mereka

Topik:

Implementasi Universal Design Learning (UDL) untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Semua Anak

Materi:

  • Penjelasan mengenai filosofi dan prinsip dari Universal Design Learning
  • Penjelasan mengenai bagaimana UDL berpotensi mengatasi dampak dari kehilangan pembelajaran dan membantu murid (termasuk murid dengan kebutuhan khusus dan kesulitan belajar) untuk belajar dengan efektif jika diimplementasikan dengan baik
  • Contoh dari cara pengimplementasian UDL di kelas dengan skenario: PTM terbatas, PTM penuh dan hybrid (bauran)

Topik:

Strategi untuk Remediasi Dampak Pandemi pada Perkembangan Bahasa Bicara Anak (Strategies to Remediate the Impact of Pandemic on Children’s Speech and Language)

Materi:

Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan yang signifikan di dalam hidup keseharian semua orang. Sesi ini akan membahas tentang hal apa saja dari situasi pandemi ini, yang dapat mempengaruhi kemampuan bicara dan bahasa dari anak. Selain itu akan dibahas juga apa hal yang dapat dilakukan oleh guru dan orangtua dalam meminimalisir pengaruh negatif dari pandemi terhadap kemampuan bicara bahasa pada anak.

Hari 3: Sabtu, 27 Agustus 2022

Sesi 7

08.00 – 10.00 WIB

Nouf Zahra Anastasia, S.psi., M.Pd

(Kepala Departemen Pendidikan Khusus Sekolah Cita Buana)

Topik:

Instruksi Pembelajaran yang Efektif bagi Beragam kondisi Siswa Didik (Effective Instruction for Diverse Students)

Materi:

Sebagian Anak Berkebutuan Khusus membutuhkan pendekatan berbeda agar proses belajar dapat terjadi. Bagaimana pemberian instruksi yang efektif akan berdampak langsung dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan. Memiliki pemahaman yang baik terhadap profil siswa yang dihadapi dan kemampuan untuk mengidentifikasi apa yang kita harapkan diketahui atau dikuasai oleh siswa merupakan sebagaian yang perlu dikuasai. Jika kedua hal tersebut telah dipahami, guru dapat menggunakan data yang ada untuk merancang instruksi pembelajaran berdasarkan kebutuhan siswa.

Selain mengulas dua hal tersebut di atas, sesi ini akan membahas hal-hal terkait yang perlu diketahui untuk guru dapat merancang pembelajaran dan pemberian instruksi yang efektif agar dapat membantu siswa berkebutuhan khusus mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Sesi 8

10.15 – 12.15 WIB

Angelia K. Permana, M.Ed

(Spesialis Pendidikan Khusus dan Terapi Edukasi – Psiko Edukasi Asesmen Center – PEACE)

Topik:

Intervensi Kehilangan Pembelajaran Membaca pada Anak Didik di Rumah dan Sekolah

Materi:

Belajar membaca seharusnya menjadi satu pengalaman yang menyenangkan. Pandemi mengharuskan anak-anak untuk belajar dari rumah dan anak-anak kehilangan kesempatan yang nyata untuk dapat belajar teknik membaca dengan optimal. Selama pandemi berlangsung, makin banyak anak yang mengalami kesulitan membaca. Kurangnya kesempatan belajar secara langsung dan tekanan yang tinggi selama melakukan pelajaran daring juga menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi kehilangan pembelajaran dalam membaca yang dialami oleh anak. Keluarga memegang pengaruh yang besar untuk dapat membantu mengurangi kesenjangan kemampuan membaca yang terjadi selama pandemi. Dengan mengerti hal-hal apa saja yang mempengaruhi kemampuan membaca, keluarga dan pendidik dapat menyiapkan pengalaman belajar yang kaya sehingga tidak hanya kemampuan membaca meningkat, tetapi anak juga makin berminat untuk membaca.

Sesi 9

14.00 – 16.00 WIB

Martha Sonya K, M.EdSt

(Konsultan Pendidikan dan Terapi Edukasi – Director of Temenos Child Development Support Center - Dosen Prodi Pendidikan Inklusi Bentara Campus)

Topik:

Merancang Program Pembelajaran Individual (Individualized Education Program) untuk Mengatasi Kehilangan Pembelajaran- Curriculum, Adjustment and Adaptation.

Materi:

Salah satu dampak dari learning loss / kehilangan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 adalah semakin banyaknya anak yang memiliki resiko kesulitan mengikuti pembelajaran berdasarkan kurikulum general. Oleh karena itu diperlukan Program Pembelajaran Individu (PPI), yang dirancang dengan memberikan ruang adaptasi dan penyesuaian terhadap keberagaman peserta didik, termasuk keberagaman kebutuhan dan potensi mereka. Proses penyusunan PPI perlu disikapi dengan serius dan dilakukan dengan cara yang profesional agar tujuan utama untuk miningkatkan partisipasi anak dan memperkecil hambatan dapat diimplementasikan dengan baik. Tahapan-tahapan penyusunan PPI, strategi-strategi dan peranan tim penyusun PPI akan dibahas lebih mendalam di dalam topik ini.

Topik:

Instruksi Pembelajaran yang Efektif bagi Beragam kondisi Siswa Didik (Effective Instruction for Diverse Students)

Materi:

Sebagian Anak Berkebutuan Khusus membutuhkan pendekatan berbeda agar proses belajar dapat terjadi. Bagaimana pemberian instruksi yang efektif akan berdampak langsung dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan. Memiliki pemahaman yang baik terhadap profil siswa yang dihadapi dan kemampuan untuk mengidentifikasi apa yang kita harapkan diketahui atau dikuasai oleh siswa merupakan sebagaian yang perlu dikuasai. Jika kedua hal tersebut telah dipahami, guru dapat menggunakan data yang ada untuk merancang instruksi pembelajaran berdasarkan kebutuhan siswa.

Selain mengulas dua hal tersebut di atas, sesi ini akan membahas hal-hal terkait yang perlu diketahui untuk guru dapat merancang pembelajaran dan pemberian instruksi yang efektif agar dapat membantu siswa berkebutuhan khusus mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Topik:

Intervensi Kehilangan Pembelajaran Membaca pada Anak Didik di Rumah dan Sekolah

Materi:

Belajar membaca seharusnya menjadi satu pengalaman yang menyenangkan. Pandemi mengharuskan anak-anak untuk belajar dari rumah dan anak-anak kehilangan kesempatan yang nyata untuk dapat belajar teknik membaca dengan optimal. Selama pandemi berlangsung, makin banyak anak yang mengalami kesulitan membaca. Kurangnya kesempatan belajar secara langsung dan tekanan yang tinggi selama melakukan pelajaran daring juga menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi kehilangan pembelajaran dalam membaca yang dialami oleh anak. Keluarga memegang pengaruh yang besar untuk dapat membantu mengurangi kesenjangan kemampuan membaca yang terjadi selama pandemi. Dengan mengerti hal-hal apa saja yang mempengaruhi kemampuan membaca, keluarga dan pendidik dapat menyiapkan pengalaman belajar yang kaya sehingga tidak hanya kemampuan membaca meningkat, tetapi anak juga makin berminat untuk membaca.

Topik:

Merancang Program Pembelajaran Individual (Individualized Education Program) untuk Mengatasi Kehilangan Pembelajaran- Curriculum, Adjustment and Adaptation.

Materi:

Salah satu dampak dari learning loss / kehilangan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 adalah semakin banyaknya anak yang memiliki resiko kesulitan mengikuti pembelajaran berdasarkan kurikulum general. Oleh karena itu diperlukan Program Pembelajaran Individu (PPI), yang dirancang dengan memberikan ruang adaptasi dan penyesuaian terhadap keberagaman peserta didik, termasuk keberagaman kebutuhan dan potensi mereka. Proses penyusunan PPI perlu disikapi dengan serius dan dilakukan dengan cara yang profesional agar tujuan utama untuk miningkatkan partisipasi anak dan memperkecil hambatan dapat diimplementasikan dengan baik. Tahapan-tahapan penyusunan PPI, strategi-strategi dan peranan tim penyusun PPI akan dibahas lebih mendalam di dalam topik ini.

Anda tertarik dan ingin info lebih lanjut?

Anda tertarik dan ingin info lebih lanjut?

Pendaftaran

Pilih Paket

Pelaksana

Konferensi Virtual Pendidikan Inklusif Indonesia 2022 ini berlangsung atas kerja sama:

POLITEKNIK BENTARA CITRA BANGSA

Pendidikan Vokasi di Bidang Pendidikan Inklusif, Bimbingan dan Konseling

CIPTA ALIANSI EDUKASI (CAE) INDONESIA

Lembaga pelatihan profesi bidang kesehatan mental dan pendidikan anak berkebutuhan khusus/disabilitas.

YAYASAN INDONESIA PEDULI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Yayasan non-profit yang bergerak mendorong kesempatan pendidikan yang sama bagi semua anak

PSIKO EDUKASI ASESMEN CENTER (PEACE)

Klinik asesmen, terapi, dan konsultasi tumbuh kembang dan pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Kegiatan ini didukung oleh:

KOMISI NASIONAL DISABILITAS INDONESIA.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA.

Kontak Panitia

Dominika Sitinjak

0821 2238 0694

dominika@cae-indonesia.com

Herlina Irianthina Ambarita

0815 1138 1858
herlina@cae-indonesia.com

Weni Waluyani

weni.waluyani@bentaracampus.ac.id

Yudi Hartanto

0817 6028 863
yudiptindo@gmail.com

Sekretariat:

Gd. E-building
Komplek Harmoni Plaza Blok I nomor 1-4
Jl. Suryopranoto, Jakarta Pusat

kpii-2022.cae-indonesia.com 2022

Follow Us